Hello, lama gak jumpa yak, setelah 2 tahun blog ini berdiri, blog ini sudah lumayan banyak sarang laba-labanya gara-gara sang owner yang paling ketjeeeh yaitu ane lagi sibuknya minta ampun ahaha :D
kali ini ane mau ngepost tentang salah satu puisi cintanya Kahlil Gibran.
Tunggu, kalian semua tau Kahlil Gibran kan? Iya, dia sastrawan Arab yang mendunia karena sebagian besar karya sastra yang dibuatnya itu berdasarkan pengalaman hidup beliau sendiri. wuiih, hebat kan?
yaudah gausah basa basi lagi, karna ane udah terlalu basi /lho
“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”
“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya”
“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman”
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”
“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”
“…kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang”
“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…”
“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan”
-Kahlil Gibran-
waw, keren ya pusinya? yoi lah saik Kahlil Gibran itu satrawan idola ane, kata-kata dan puisi yang dibuatnya itu ngena coy. jadi buat elu elu semua nih yang lagi jatuh cintrong *cyaelaah* coba cari deh tu puisi puisi cintanya Kahlil Gibran, dijambin bisa bikin lu ngefly, eh salah maksudnya bisa bikin cewe ngefly.
okedeh sekian dulu di post kali ini laen waktu nanti ane balik lagi =)) bubay
kali ini ane mau ngepost tentang salah satu puisi cintanya Kahlil Gibran.
Tunggu, kalian semua tau Kahlil Gibran kan? Iya, dia sastrawan Arab yang mendunia karena sebagian besar karya sastra yang dibuatnya itu berdasarkan pengalaman hidup beliau sendiri. wuiih, hebat kan?
yaudah gausah basa basi lagi, karna ane udah terlalu basi /lho
“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”
“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya”
“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman”
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”
“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”
“…kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang”
“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…”
“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan”
-Kahlil Gibran-
waw, keren ya pusinya? yoi lah saik Kahlil Gibran itu satrawan idola ane, kata-kata dan puisi yang dibuatnya itu ngena coy. jadi buat elu elu semua nih yang lagi jatuh cintrong *cyaelaah* coba cari deh tu puisi puisi cintanya Kahlil Gibran, dijambin bisa bikin lu ngefly, eh salah maksudnya bisa bikin cewe ngefly.
okedeh sekian dulu di post kali ini laen waktu nanti ane balik lagi =)) bubay