Minggu, 27 Januari 2013
Best Surprize that I Ever Get
Cahaya mentari
senja menembus kaca-kaca Nando’s cafe. Aku menyeruput frapucinno yg udahh dipesan.
Frapucinno itu udah mulai dingin. Aku masih sedih atas perlakuan Harry tadi siang
kepadaku. Aku nggak nyangka Harry
mengakhiri hubungan yg udah terjalin
selama 1 tahun 7 ½ bulan di hari ultah-ku yg ke-20. Aku menyeruput frapucinno-ku lagi. Saat
ini Nando’s nggak ramai banget. Tapi,
jam 7.30p.m nanti akan mulai ramai.
Benar saja,
ketika pukul 7.30 p.m Nando’s udah ramai didatangi pasangan2 yg mau dinner.
Karena Nando’s emang terkenal tempat yg romantis buat dinner. Tapi kali ini
tidak untukku, aku datang sendirian, tanpa Harry.Harry mengakhiri hubungan ini
dgn alasan yg tidak relevan `dia ingin fokus dengan One Direction untuk World
Tour dan menulis lagu untuk One Direction`. Harus kuakui, sulit memang memiliki pasangan seorang public
figure . Terlebih One Direction bisa dikatakan perfect.
Aku iri
sama mereka yang datang berpasangan,tiba-tiba terlintas memori saat-saat
aku di Nando’s bersama Harry. Tanpa sadar aku meneteskan air mata,aku nggak
bisa membendung air mata ini. Ini pertama kali aku menangis di Nando’s. Kini,
pipiku sudah basah oleh air mata. Tiba-tiba datang seorang laki-laki
mengampiriku. Ia mengusap air mataku seraya berkata “sudahlah,jangan
menangis.perempuan sepertimu tak pants menangis.” Aku hafal semua yg ada pada
orang itu,aku mengenal laki-laki itu,ya
itu Harry. Lelaki dengan kulit putih berambut keriting .
“Happy birthday ,Lika. Wish you ,long life
and always love Me.” Ujar Harry. Aku hanya terpaku,terkejut mendengar semua
itu. “Tapi, kita kan udah. . .” Harry menempelkan jari telunjuknya ke bibirku
bermaksud untuk menghentikan ucapanku.”Aku hanya ingin membuatmu upset..” Lalu Harry merogoh saku
celanyanya , ia tampak akan mengambil sesuatu dan . . . “Mytha Malika Cullen,will you marry me.? I wanna through my life
with you.” Aku menitihkan air mata
untuk yg kedua kalinya di Nando’s. Namun kali ini adalah air mata bahagia.
“tentu saja
aku mau.” Jawabku cepat. Kemudian Harry memasangkan cincin di jari
manisku.Tuhan, rencanaMu sungguh indah. Ini hadiah terindah yang pernah
kudapat.”Tapi maaf, marriednya gak
dalam waktu dekat ini. Marriednya
setelah konser World Tournya One
Direction selesai.I promise. Gapapa kan..?” pinta Harry. “nggak papa kok.”
Kemudian aku diantar Harry pulang diantar Harry. Yeah,
walaupun awalnya aku marah sama Harry, tapi ternyata dia boongan. Dia gak
beneran mutusian aku. Setidaknya dia mutusin aku jadi pacar dia tapi, dia
ngelamar aku untuk jadi istrinya. Wow, this
is the best surprise that I ever get.
Langganan:
Postingan (Atom)


